Perjalanan Menuju Planet Mars Bersama Elon Musk

CEO SpaceX Elon Musk dikabarkan memiliki rencana membangun negara di Mars. Rencana itu terasa keluar dari sejumlah program yang akan dijalankan SpaceX sebagian tahun mendatang. Mars merupakan salah planet yang diklaim Musk bisa ditinggali manusia. Namun sejauh ini diketahui cuma tersedia flyby dan pendaratan non-manusia di Mars.

Musk yang kerap gemar menjual beli properti ini menargetkan kota di Planet Mars terbangun tahun 2050. Dia termasuk mengungkapkan, SpaceX kala ini sedang fokus mengonstruksi 1.000 Starship di sebuah layanan di Texas Selatan sepanjang 10 tahun ke depan.

Keingingan Elon Musk Ke Mars

Perjalanan Menuju Planet Mars Bersama Elon Musk

Ini artinya, Musk akan membawa dampak 100 roket per tahunnya. Jika terealisasi, ini merupakan prestasi luar biasa, mengingat perusahaan berikut belum membangun satu pun Starship yang bermanfaat secara sempurna hingga kala ini. Nantinya, Musk inginkan meluncurkan 1.000 penerbangan Starship ke Planet Mars tiap tiap tahunnya dengan umumnya tiga penerbangan per hari dan hal ini menjadi berita terbaru di dunia yang cocok untuk dibaca. Setiap perjalanan akan memuat 100 penumpang menuju ke Planet Merah sekaligus untuk menjadi warga kota di planet tersebut.

Melansir Gizchina, Musk adalah salah satu orang yang memiliki rencana bagaimana manusia akan hidup di planet asing pada era depan. Impian utamanya membangun basis manusia permanen dan kemerdekaan di Mars yang diberitakan oleh situs resmi sbobet.

Dalam perjanjian pengguna layanan satelit SpaceX, yaitu Starlink, dijelaskan bahwa semua pihak perlu mengakui bahwa Mars adalah planet bebas dan tidak tersedia pemerintah Bumi yang punya kebolehan untuk membuktikan atau mengklaim kedaulatan atas Mars.

Pengacara Randy Sgar selaku pemilik situs sbobet online dari Hogan Lovells Law Firm membuktikan kesangsian berkenaan kebolehan SpaceX untuk membangun ‘bangsa Mars’ yang independen. Dia bicara tiap tiap orang di bumi punya hak dan tanggung jawab yang mirip untuk membawa dampak area yang bisa dinikmati semua orang. “Misalnya, perjanjian Artemis 2020 memutuskan tidak tersedia negara yang bisa mengklaim kedaulatan, penggunaan atau menempati, atau tempati area dengan langkah lain,” ujar Sgar.

Dalam misi menjelajah luar angkasa dan menyelamatkan manusia dari kepunahan, Elon Musk bersaing bos Amazon Jeff Bezos yang mendirikan Blue Origin.

Kedua orang terkaya dunia ini punya pandangan berlainan di dalam menyelamatkan manusia dari kepunahan. Bila Elon Musk inginkan manusia ganti ke planet lain, maka Jeff Bezos inginkan manusia tinggal di stasiun luar angkasa.